Rabu, 21 Desember 2016

Cara memindahkan aplikasi di android ke SDCARD dengan LINK2SD

Hasil gambar untuk link2sd

Cara memindahkan aplikasi ke SDcard ~ Hampir sebagian besar pengguna android memiliki masalah yang sama yaitu tersedianya memori internal yang rendah.

Harga android yang murah memang sangat berpengaruh terhadap jumlah memory internal yang disediakan.

Memori internal yang rendah bukan hanya tidak bisa digunakan untuk menginstal banyak aplikasi tetapi juga akan berdampak pada lemotnya android sobat.

Untuk itu, memindahkan aplikasi ke SDcard adalah jalan satu-satunya bagi pengguna perangkat android dengan memory internal yang rendah.

Setelah di pindah ke SDcard, sobat tidak hanya bisa menginstal banyak aplikasi tetapi kinerja android sobat juga akan meningkat.

Artikel ini akan menunjukkan bagaimana cara memindahkan aplikasi ke SDcard dengan mudah menggunakan Link2sd.

Sobat pasti bertanya-tanya:

  • Apa itu link2sd?
  • Bagaimana cara menggunakan link2sd?
Pindah aplikasi ke sdcard
Tenang, akan saya jelaskan semuanya disini.

Cara Memindahkan Aplikasi ke SDcard Menggunakan Link2sd


Link2sd adalah aplikasi yang memungkinkan penggunanya untuk mendapatkan akses penuh terhadap sistem dan aplikasi yang terinstal pada android.

Penjelasan mudahnya seperti ini :

Sobat bisa memindahkan atau menghapus semua aplikasi yang ada pada memory internal bahkan aplikasi sistem pun bisa di hapus.

Keren kan?

Aplikasi gratis ini jauh lebih baik daripada aplikasi gratis atau berbayar lainnya yang "Katanya" bisa memindahkan aplikasi ke SDcard.

Sebenarnya sobat bisa memindahkan aplikasi ke SDcard tanpa bantuan link2sd, sobat tinggal masuk ke menu Pengaturan → Aplikasi → Lalu pilih aplikasi yang ingin di pindahkan ke SDcard.

Ini cara termudah yang bisa sobat gunakan untuk memindahkan aplikasi ke SDcard tanpa harus melakukan root.

Tapi, tidak semua aplikasi bisa di pindahkan secara manual ke sdcard.

Selain itu jika di pindah melalui menu pengaturan, aplikasi tersebut masih akan membebani memory internal.

Karena hanya sebagian data yang akan berpindah ke sdcard, sebagian lagi masih tersimpan di dalam memory internal.

Coba lihat ini :

Pindah ke sdcard

Aplikasi BBM tersebut sudah saya pindahkan ke sdcard tapi dari total 131MB hanya 33,66MB yang berpindah ke sdcard, sisanya masih ada di memory internal.

Untuk itu sobat harus menggunakan link2sd jika ingin memindahkan aplikasi BBM dan semua data yang ada ke SDcard.

Cara Menggunakan Link2SD


Ada beberapa syarat yang harus sobat penuhi sebelum menggunakan Link2sd yaitu :


Jika semua persyaratan sudah terpenuhi, sekarang sobat sudah siap menggunakan link2sd untuk memindahkan aplikasi ke sdcard.

Lihat caranya dibawah ini :

  • Buka aplikasi Link2sd. Jika dimintai akses root, pilih ijinkan/allow.
  • Selanjutnya sobat disuruh untuk memilih ruang penyimpanan file sistem dari sdcard yang sudah dipartisi tadi. Pilih ext2 lalu klik "Ok".

Pilih ruang penyimpanan

  • Setelah itu, akan muncul pilihan untuk restart."klik reboot device".

Reboot device

  • Setelah restart, buka lagi aplikasi link2sd. Pilih salah satu aplikasi yang ingin di pindahkan ke sdcard, lalu pilih "membuat link".

Creat link

  • Centang semua kolom yang ada seperti: Link-kan aplikasi, Link-kan dalvik-cache dan Link-kan library jika tersedia. Kemudian pilih Ok dan tunggu hingga proses selesai.


Sampai disini, aplikasi dan semua data-data sudah berhasil di pindahkan ke sdcard menggunakan link2sd.

Untuk memudahkan sobat agar aplikasi baru yang akan di instal bisa berpindah secara otomatis ke SDcard maka, sobat bisa pilih menu "Auto Link" yang ada di aplikasi link2sd. Letaknya ada di menu Setting → Auto Link.

Dengan begitu sobat bisa menginstal semua aplikasi dan game tanpa perlu takut memory internal penuh.

Jadi jangan hawatir mempunyai android dengan memory internal yang rendah karena sobat bisa dengan mudah memindahkan semua aplikasi ke SDcard menggunakan link2sd. 


Source : http://jeannettechapman.blogspot.com/2016/02/cara-memindahkan-aplikasi-ke-sdcard.html

Kamis, 24 Maret 2016

Microsoft Windows 7 didesain untuk memenuhi kebutuhan komputerisasi personal, dengan membawa fitur speed atau kecepatan yang melebihi dari sistem operasi Windows XP maupun Vista. Tetapi, seiring waktu berjalan, PC atau Laptop Anda akan menjadi semakin lambat. Install ulang? Belum tentu sistem operasinya yang bermasalah, tetapi secara umum ini terdapat pada semua sistem operasi. Turunnya performa mungkin disebabkan karena menumpuknya sampah sistem komputer atau mungkin saja terlalu banyak aplikasi yang tidak dibutuhkan yang berjalan/running. Di sini saya coba share beberapa cara yang bisalah dibilang efektif untuk meningkatan kembali kinerja Windows 7 pada Laptop atau PC Anda.


 1. Bersih-bersih 

Sistem operasi kadang juga perlu bersih-bersih, file-file temporary, cache internet, cookies, dan program-program yang tidak terpakai, bisa saja membuat penuh harddisk Anda, sehingga menjadikan windows 7 Anda menjadi lambat. Olehnya itu, perlulah dilakukan bersih-bersih secara teratur terhadap sistem komputer Anda. Untuk melakukan ini, Anda cukup gunakan Disk Cleanup:

  •  Klik  Start> All Programs> Accessories> System Tools> Disk Cleanup
  •  Pilih driver yang akan "dibersihkan" lalu klik OK.
  •  Langkah awalnya, program ini akan menghitung sisa kapasitas harddisk yang ada setelah dibersihkan. Kemudian, akan diberikan pilihan file-file apa saja yang akan dihapus, akhiri dengan klik OK. 



2. Lakukan Disk Defragment

Ketika Anda menyimpan suatu file (copy, delete, dll), file-file tersbut secara otomatis hanya akan mengisi ruang/lokasi yang terdekat yang tersedia pada harddisk. Artinya, file-file tersebut akan terbongkar-bongkar (ter-fragmentasi). File-file yang terdefragmentasi ini akan memperlambat kinerja komputer Anda karena menambah kerja saja (harus memilih milih lokasi/ruang file yang terpisah-pisah). Olehnya itu, harus dilakukan defragmentasi untuk "menggabungkan" semua bagian-bagian file tersebut.

  • Klik Start. Pada kotak search, ketikkan msconfig dan tekan enter
  • Pada window System Configuration, klik tab Startup
  • Hapus tanda centang pada proses-proses yang kiranya tidak penting untuk running diawal system. Klik Apply dan OK  





3. Nonaktifkan program yang running diawal windows Start (Start-Up Program)

Beberapa program biasanya diset untuk aktif pada saat system running. Hal ini bisa saja memperlambat proses start-up. Semakin banyak program yang automatis running di awal start-up, maka akan memperlambat proses booting PC/Laptop Anda. Untuk hal ini, Anda bisa men-nonaktifkan (Disable) program-program ini, dengan cara seperti berikut:


  • Klik Start. Pada kotak search, ketikkan msconfig dan tekan enter
  • Pada window System Configuration, klik tab Startup
  • Hapus tanda centang pada proses-proses yang kiranya tidak penting untuk running diawal system. Klik Apply dan OK


 

4. Instal Program Anti-Virus 


Pastikan Anda menginstal Anti Virus pada Laptop atau PC Anda, tentunya dengan update definition yang berkala. Ini untuk menjaga agar tidak ada virus atau spyware yang menginfeksi sistem komputer Anda. Tanpa adanya proteksi seperti ini, bisa saja spyware maupun virus akan tersimpan dan aktif pada sistem komputer Anda. Karena selain memperlambat kinerja komputer, juga akan sangat bisa merugikan Anda sendiri, entah itu file yang rusak/corrupt atau data-data Anda akan terbaca oleh spyware (seperti data password dan lain-lain).




5. Hapus program yang tidak terpakai

Anda mungkin seperti saya, yang biasa meng-install program-program, tetapi jarang dipakai. Olehnya itu, tentukan saja program-program yang sering digunakan, hapus program yang jarang atau tidak pernah sama sekali digunakan.

  • Pada Start menu, klik Control Panel.
  • Pada Control Panel, klik Programs and Features.
  • Maka akan tampil daftar program yang ter-install pada komputer Anda. Klik atau pilih program yang akan dihapus, kemudian klik Uninstall




6. Minimalkan Visual Effects

Visual effects seperti animasi, bayangan dan transparansi bisa memberikan pengalaman yang wah bagi user, tetapi hal tersebut membutuhkan resource yang tidak sedikit, yang tentunya bagi Anda yang memiliki Resource Komputer yang pas-pasan, akan menurunkan performa windows Anda.
Untuk menonaktifkan visual effect yang tidak penting, kalau bisa sih semuanya saja di-disable.

  • Klik kanan Computer dan pilih Properties. Pilih Advanced System Settings, pada bagian performance pilih Settings.
  • Pada tab Visual Effect, nonaktifkan yang tidak perlu, atau langsung saja pilih "Adjust for best performance"
  • Akhiri dengan klik Apply lalu OK



7. Non aktifkan sound effects

Sisanya mungkin Anda bisa disable sound effect yang bunyi seperti pada saat start awal windows, menghapus recycle bin, klik folder dan sebagainya. Dengan menonaktifkan fitur ini, tentunya resource akan menjadi lebih enteng karena system tidak perlu lagi melakukan "pekerjaan lain" pada saat tersebut.

  • Pada Start menu, klik Control Panel.
  • Di dalam Control Panel, klik Sound.
  • Klik tab Sounds, kemudian pilih Sounds scheme ke "No Sounds".
  • Juga bisa mendisable opsi "Play Windows Startup sound"


Itulah sedikit tips yang bisa saya share, Mudah-mudahan cara-cara tersebut akan Meningkatkan Kinerja Windows 7 Anda.

Semoga bermanfaat ... :D
#DWYOR
resource : http://blog.zdienos.com/2013/03/cara-meningkatkan-kinerja-windows-7.html